2016/06/10

image
image

Cinta yang Berujung Bahagia

Jatuh cinta akan membuat otak menghasilkan banyak dopamin, hormon bahagia yang membuat merasa senang, tenang, dan optimis.

Apakah kamu sedang jatuh cinta? 

Jatuh cinta adalah rasa dimana rasa-rasa yang lain sudah tidak terasakan lagi. Orang yang sudah jatuh cinta akan buta segalanya. Yang dia lihat hanyalah keindahan-keindahan, kesempurnaan, kebahagiaan, kenyamanan, keagungan, kemanisan yang membuat dia terbawa dalam dunia yang penuh dengan tirai-tirai kehidupan yang tak terlihat oleh orang lain.

Dia seraya berkata,"lihatlah keindahan itu. Aku sungguh ingin berlama-lama disana, tidak boleh ada yang melarangku kesana. Lihatlah keindahan itu. Aku benar-benar merasakannya. Aku harus menjemputnya. Lihatlah keindahan itu. Aku akan selalu merindukannya di setiap masa.

Lihatlah keindahan itu. Kamu perlu tau. Kamu harus tau bahwa aku mencintainya."

Aku bertanya,"apa yang kau lihat?"
Dia menjawab,"aku melihat kesempurnaan. 

Aku bertanya kembali,"sesempurna apakah disana?"

Dia menjawab dan berkata entah kepada siapa,"kesempurnaan itu tiada bandingnya. Sempurna dari segalanya. Sempurna apa adanya. Sempurna tiada celahnya. Sesempurna keindahan langit malam hari. Sesempurna matahari pagi. Sesempurna bulan menyinari bumi. Sesempurna lautan biru tak berdebu. Sesempurna angin yang membawaku tidur di tengah kegelisahan hidup."

Dia masih melanjutkan 

"Aku merasa kebahagiaan yang mendalam. Bahagia yang telah lama kelam. Bahagia yang penuh dengan bunga-bunga kehidupan. Bahagia yang selalu dinanti-nantikan semua orang. Bahagia ini lebih dari kebahagiaan masa lalu yang telah ada dalam perasaan. Kebahagiaan yang tak terduakan. 

Sekali-kali aku terkantuk-kantuk.

Dia masih bersemangat,"aku merasakan kenyamanan yang tak kau rasakan bahkan tak akan pernah kau rasakan. Rasa nyaman ini benar-benar menghampiriku. Rasa nyaman ini bukan untuk orang lain. Rasa nyaman ini bukan untuk selainku. Rasa nyaman ini tak boleh ada yang merasakan."

Aku tertidur dan terbangun sedikit bingung.

Dia mengatakan,"inilah keagungan hidup. Inilah keagungan yang tak terbandingkan. Inilah keagungan ruang-ruang kehidupan. Inilah keagungan yang membuat hati terenyuh dalam kesadaran. Inilah keagungan tanpa batas. 

Aku semakin bingung.

Dia melempar senyuman kepadaku
Aku benar-benar tak mengerti apa yang dia inginkan.
Aku hanya mengatakan ,"senyummu manis."
Dia tertawa panjang. Haaaa...haaaa...haaaaaaaaaaaa... uhuk..uhuk
Dia terbatuk batuk. 

Aku hanya tertawa dan merasa geli dengan orang ini. Aku mengatakan dalam hati,"senyummu tak semanis kata-kataku."
:D

Written by : Much. Nasih Amin

No comments:

Post a Comment

Sempatkan sedikit waktu untuk berkomentar