2016/07/14

image
image

Bocah

http://cdn.ar.com/images/stories/2015/04/bocahgaza1.jpg
www.arrahmah.id
Suasana hening, seorang anak remaja sedang asik dalam dunianya. Sekali-sekali dia terbayang apa yang sedang dia alami.
Bayangan-bayangan orang tinggi berseragam. Bayangan-bayangan senjata laras panjang menyelimuti pikirannya.
Dia berfikir dan bertanya-tanya dalam hatinya,"kenapa aku harus bernasib seperti ini? Setiap hari aku ketakutan. Kapan aku bisa merasakan ketenangan? Kapan aku bisa merasakan kebebasan? Kapan aku bisa merasakan manisnya dunia pendidikan? Hmm.. Aku hanyalah orang biasa. Aku bukanlah siapa-siapa." Suara kendaraan menderu keras. Remaja itu berlarian ke kamar dan masuk ke kolong tempat tidur. Dia berdoa dalam hatinya "mudah-mudahan aku selamat."  Remaja itu ketakutan, dogma-dogma negatif menguasai pikirannya. Dia pernah mendengar dari orang-orang bahwa kendaraan itu adalah kendaraan orang jahat. Remaja itu semakin ketakutan, dia khawatir jika orang itu menghampirinya.
Sebenarnya yang mengendarai kendaraan itu adalah penjajah. Penjajah menyebar dogma-dogma yang membuat orang pribumi ketakutan. Itu adalah siasat penjajah untuk mencuri barang-barang berharga secara halus. Disaat orang-orang pribumi ketakutan, mereka memanfaatkannya untuk mengambil apa saja yang dianggap berharga.
Suara kendaraan berlalu. Remaja itu belum terlihat bergerak. Dia tertidur dalam kolong tempat tidur itu. Terdengar suara halus memanggilnya "Santi. Santi. Santi." Dia menoleh ke belakang, terlihat orang yang memakai pakaian serba putih. Dia memutar Otak mencoba mengingat-ingat, tapi dia merasakan bahwa dia belum mengenal orang itu, tapi dia juga merasakan seperti dekat dan kenal dengan orang itu.
Dalam kebingungan orang itu berkata,"tidak usah kau risaukan tentang adanya aku disini, aku hanya ingin kamu bersabar." Glubrakk!! Remaja itu terbangun dari mimpinya. Seekor kucing berlarian ketakutan. Dalam hati remaja itu penuh dengan rasa gemas dengan ulah si kucing itu. Mimpinya terbang entah kemana.
Dia mencoba mengingat-ingat mimpinya tapi dia benar-benar sudah lupa

No comments:

Post a Comment

Sempatkan sedikit waktu untuk berkomentar