2016/08/17

image
image

Malam 17 Agustus

http://4.bp.blogspot.com/-PjziaxF7CMQ/VdnqXK5-yhI/AAAAAAAAAIA/gLu5GOGQIOQ/s1600/P_20150816_193752.jpg
http://gumpangrt10rw03.blogspot.co.id
Malam itu16 agustus 2016. Aku keluar dari rumah untuk sekedar mengikuti acara tasyakuran HUT RI ke-71. Di jalan aku melihat santri putri yang sedang bergerombol, entah sedang apa disana sehingga aku harus memutar balik badan dan mencari jalan lain untuk sampai ke tempat acara tasyakuran. Jalan kali ini lebih panjang.

Tapi aku tak peduli dengan jarak yang harus kutempuh. Aku terus berjalan melewati segerombolan pemuda yang juga sudah bersiap-siap untuk mengikuti acara tasyakuran seperti yang akan aku ikuti. Salah satu diantara mereka ada yang berkata,"lihatlah. Safi saja sudah berangkat." Itu yang aku dengar. Entah apa yang dikatakannya dua pemuda mulai berjalan agak jauh di belakangku.

Aku tersenyum dan tak peduli dengan keadaan itu. Aku masih sibuk pada pikiranku. Entah apa yang aku pikirkan aku masih terus berjalan. Menelusuri jalan raya aku terus berjalan tak menghiraukan keadaan sampai di depan rumah saudara, saudaraku berada di depan rumah entah apa yang sedang dia lakukan dia menoleh kearahku. Aku mengajak dia untuk berangkat bersama dengan bahasa isyarat.

Dia juga menjawabnya dengan bahasa isyarat yang artinya mempersilahkanku untuk berangkat terlebih dulu. Aku terus berjalan tak memperdulikannya. Dari sekitar 50 meter aku sudah melihat panitia yang bertugas menerima tamu. Sampai di depan mereka, aku berjabat tangan dengan mereka, dan aku dipersilahkan untuk langsung bergabung dengan tamu undangan lainnya.

Jarak penerima tamu dengan tempat acara adalah 40 meter. Baru berjalan beberapa langkah, ada suara memanggil-manggil namaku. "Safi, Safi." Kutengok ke arah sumber suara aku melihat temanku yang sedang duduk santai sambil sibuk dengan telpon genggamnya. Aku menghampirinya mengajak untuk gabung ke tempat acara, tapi dia hanya mempersilahkanku.

Dia beralasan sedang menunggu teman-temannya yang masih di jalan. Sehingga terjadilah percakapan panjang sampai salah satu panitia menghampiri kami dan memaksa kami untuk bergabung ke tamu undangan lainnya.

No comments:

Post a Comment

Sempatkan sedikit waktu untuk berkomentar