2016/09/08

image
image

Tips Untuk Menenangkan Hati yang Sedang Galau

Hasil gambar untuk ketenangan
terapipemulihanjiwadijogja.files.wordpress.com
       
CARA ISLAMI MENENANGKAN HATI 
Hati adalah salah satu anugerah Allah swt yang tidak ternilai harganya bagi manusia. Dengan hati, manusia dapat merasakan suka, duka, bahagia, derita, kecewa, bangga, dan lain sebagainya. Dengan hati, manusia dapat merasakan perasaan orang lain. Dengan hati juga, manusia dapat membuat kehidupannya penuh dengan kedamaian dan kasih sayang.
Hati adalah keajaiban Sang Pencipta yang senantiasa menuntun manusia pada cahaya, cahaya kebenaran.

Pada dasarnya, setiap orang pasti pernah dilanda kecemasan, ketika seseorang sedang berhadapan dengan suatu masalah, sedangkan dirinya belum atau belum siap dalam menghadapinya. Hal itu dapat menimbulkan kecemasan, kegalauan, dan lain sebagainya. Namun semua itu adalah fitrah setiap manusia.

Jangankan kita sebagai manusia biasa, bahkan Rasulullah saw pun pernah merasakan kesedihan yang mendalam yaitu pada tahun ke-10 masa kenabian yang telah dikenal sebagai ‘amul huzni (tahun kesedihan) yang di latar belakangi oleh wafatnya paman Rasulullah saw yaitu Abu Thalib dan wafatnya istri yang sangat beliau sayangi, Khadijah binti Khuwailid. 

Hati ini pada dasarnya telah diciptakan oleh Allah swt dalam keadaan bersih dari berbagai macam penyakit. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, sedikit demi sedikit, hati kita mulai terkontaminasi, terkotori oleh dosa-dosa yang akhirnya menjadi tempat bersemayamnya berbagai macam penyakit, yang salah satunya adalah penyakit gelisah (penyakit hati yang sangat berbahaya namun hampir tidak pernah dipertimbangkan oleh kebanyakan manusia).

Ada yang menghilangkannya dengan cara-cara yang sesuai atau tidak melanggar syariat, namun banyak pula yang menghilangkan penyakit tersebut dengan cara-cara yang menyimpang dari syariat. Akibatnya, gelisah mereka hilang, dosa pun menerkam. Allah swt telah menciptakan dan menganugerahkan hati bagi manusia sebagai salah satu perangkat kehidupan yang sangat vital, yang akan membantu melihat dan mendengarseruan Allah swt, yang akan membantunya dapat merasakan apa yang tengah dirasakan oleh orang lain.

Namun, kita juga mengetahui bahwa segala sesuatu itu ada, tiada, terjadi, dan tidak terjadi hanya karena Allah swt. Dari sana, kita juga tahu bahwa Allah swt-lah yang telah menciptakan penyakit, dan Allah swt-lah yang memiliki penawarnya. Dan satu-satunya penawar yang paling efektif dan tidak bertentangan dengan syariat Islam untuk menangkal atau mengobati penyakit gelisah adalah dengan cara selalu mengingat Allah swt, sebagaimana telah dikatakan dengan jelas oleh Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)
Dalam keseharian semua orang membutuhkan katenangan hati, dan untuk mendapatkan ketenangan hati bukanlah hal yang mustahil. Allah SWT mengajarkan kepada kita langkah nyata mendapatkan ketenangan hati, yaitu dengan berdzikir, ingatlah, dengan dzikir mengingat Allah hati akan tentram. Sebaliknya, ketika kita jarang ingat kepada Allah, hati akan kering dan gersang.Di artikel ini, sedikit akan di dipaparkan bagaimana Cara Islami untuk Menenangkan Hati kita yang sedang dalam keadaan gelisah sesuai Syari’at Islam tentunya. Di antaranya adalah :

1. Sabar

Hal pertama yang dilakukan oleh Nabi Muhammad ketika menghadapi cobaan yang tiada henti adalah dengan meneguhkan jiwa dalam bingkai kesabaran. Karena dengan kesabaran itulah seseorang akan lebih bisa menghadapi setiap masalah berat yang mendatanginya. Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”(Qs. Al-Baqarah 153).Selain menenangkan jiwa, sabar juga dapat menstabilkan kacaunya akal pikiran akibat beratnya beban yang dihadapi. Ujian yang Tuhan berikan kepada kita itu sebenarnya untuk menguji keimanan kita. Jika kita sabar melewai cobaan dan ujian akan meningkatlah level iman kita. Bukankan Allah itu menguji hamba-Nya sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Jika ujian itu datang padanya, berarti Allah yakin kita bisa melewatinya. Allah saja yakin, masa kita Ngga sih.

2. Adukanlah semua itu kepada Allah

Ketika seseorang menghadapi persoalan yang sangat berat, maka sudah pasti akan mencari sesuatu yang dapat dijadikan tempat mengadu dan mencurahkan isi hati yang telah menjadi beban baginya selama ini. Allah sudah mengingatkan hamba-Nya di dalam ayat yang dibaca setiap muslim minimal 17 kali dalam sehari:“Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah 5).

Ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka akan meringankan beban berat yang kita derita. Kalo kita curhat sama teman, mungkin malah akan membuka aib kita sendiri malah kan????.....Ok…..Mukin diantara kalian ada yang lebih milih curhat ma temen. Syukur temen kita bisa bisa dipercaya dan gak menyebar luaskan masalah kita, lha kalo temen kita ember alias gak bisa jaga rahasia, yang ada malah menambah masalah karna aib kita diumbar-umbar.

Udah deh…… curhatnya sama Sang Pencipta aja ya..... Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang banyak sekali dalam mengeluh, tentu ketika keluhan itu diadukan kepada Sang Maha Pencipta, maka semua itu akan meringankan beban berat yang selama ini kita derita. Rasulullah shalallahi alaihi wasallam ketika menghadapi berbagai persoalan pun, maka hal yang akan beliau lakukan adalah mengadu ujian tersebut kepada Allah Ta’ala. Karena hanya Allah lah tempat bergantung bagi setiap makhluk.
3. Positive thinking

Positive thinking atau berpikir positif, perkara tersebut sangatlah membantu kita untuk mengatasi rasa galau yang sedang kita rasa. Karena dengan berpikir positif, maka segala bentuk-bentuk kesukaran dan beban yang ada dalam diri kita menjadi terobati karena adanya sikap bahwa segala yang masalah yang dihadapi, pastilah mempunyai jalan yang lebih baik dan jalan keluar  yang sudah ditetapkan oleh Allah Ta’ala. Akan selalu ada jalan jika kita percaya kalo Allah swt akan menolong kita. Intinya, kita harus selalu berfikir positif sama Allah, jangan pernah suudzhon sama Sang Pencipta.

Ini sejalan dengan firman Allah swt dalam ayat berikut;“Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah 5-6). Ini janji Allah di dalam Al-Qur’an. Akan selalu ada kemudahan di setiap kesulitan. Masih ragu juga sama janji Allah.??????...

4. Dzikrullah (Mengingat Allah)

Naaaaahhh…Ini yang paling penting. Orang yang senantiasa mengingat Allah Ta’ala dalam segala hal yang dikerjakan. Tentunya akan menjadikan nilai positif bagi dirinya, terutama dalam jiwanya. Karena dengan mengingat Allah segala persoalan yang dihadapi, maka jiwa akan menghadapinya lebih tenang. Sehingga rasa galau yang ada dalam diri bisa perlahan-perlahan dihilangkan.

Dan sudah merupakan janji Allah Ta’ala, bagi siapa saja yang mengingatnya, maka di dalam hatinya pastilah terisi dengan ketenteraman-ketenteraman yang tidak bisa didapatkan melainkan hanya dengan mengingat-Nya. Satu hal yang harus diingat adalah, untuk dapat selalu mengingat Allah swt dan berhasil menghapus atau menangkal rasa gelisah, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja.

Dzikir kepada Allah swt merupakan rangkaian aktivitas yang melibatkan segenap hati, lisan, dan juga perbuatan. Tanpa bersatunya ketiga aspek tersebut, maka sulit pula atau bahkan tidak mungkin bagi hati kita untuk bersatu dengan Allah swt.

5. Sholat

Sholat yangmerupakan ibadah paling utama bagi umat muslim juga merupakan salah satu sarana penangkal dan penawar berbagai macam penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia. Jelas saja, sholat merupakan ibadah yang totalitas hanya mengingat kepada Allah swt, yang secara total juga hanya diisi dengan kalimat-kalimat dzikrullah, ayat-ayat Allah swt. Allah berfirman :

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.AzZumar : 23) Sholat merupakan aktivitas komunikasi langsung dengan Allah swt, Zat yang menggenggam dan menguasai segala hati, yang menciptakan penyakit dan yang menyembuhkannya tanpa rasa sakit.

Jika seseorang telah terhubung dan berkomunikasi dengan Allah swt secara langsung dalam sholat yang khusyuk, maka mustahil baginya terserang penyakit gelisah. Karena gelisah menyerang hati, dan Allah swt-lah yang menggenggam dan menguasai segala hati. Bersabar, mengadu kepada Allah, berpikir positif, Dzikrullah, dan sholat adalah solusi segala persoalan, termasuk masalah penyakit hati termasuk rasa gelisah, resah, gundah, gulana, galau atau apapun itu. Sebagaimana firman-Nya:

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Q.s.Ar-Ra’du 28).

Berbeda dengan orang-orang yang lalai kepada Allah, yang mana jiwa-jiwa mereka hanya terisi dengan rasa kegelisahan, galau,serta kecemasan semata. Tanpa ada sama sekali yang bisa menenangkan jiwa-Nya.Tentunya, sesudah mengetahui tentang faktor-faktor yang dapat mengatasi persoalan galau, maka jadilah orang yang selalu dekat kepada Allah Ta’ala. Bersabar, berpikir positif, mengingat Allah, serta mengadukan semua persoalan kepada-Nya merupakan kunci dari segala persoalan yang sedang dihadapi. Maka dari itu, Janganlah galau, karena sesungguhnya Allah bersama kita.

TIPS MENGATASI TEKANAN PERASAAN

Terakhir, sedikit Penulis memberi tambahan mengenai Tips Mengatasi Tekanan Perasaan akibat rasa cemas, resah, gelisah, galau, gundah, gulana dan sejenisnya, diantaranya adalah:

1. Rileks

Ketika kita menyarankan seseorang supaya tenang ketika dia marah, gelisah, sedih dan sebagainya, pernahkah kita terfikir untuk menenangkan diri sendiri ketika kita sedang dalam kondisi seperti itu?

Saya selalu menenangkan diri sendiri dengan cara menarik nafas dalam-dalam, dan melepaskannya perlahan-lahan. Bagi yang beragama Islam, dianjurkan untuk beristighfar saat melepaskan nafas bacalah “astagfirullahhal ‘aziim al-ladzi laa ila ha illa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaik”dan pusatkan fikiran bahwa kita sedang memohon ampun kepada Allah. Insya Allah,biasanya jika diulang sebanyak 7 kali, anda akan kembali tenang.

2. Biasakan diri berada dalam keadaan suci dari najis (Menjaga Wudhu) 

Jiwa kita akan menjadi tenang jika membiasakan diri berwudhu sebelum melakukan pekerjaan. Kerja yang susah akan menjadi senang dan mudah diselesaikan. Para pelajar misalnya, disarankan agar membiasakan diri berwudhu sebelum memulai pelajaran agar apa yang dipelajari mudah untuk diingat.

3. Membaca Alquran, zikir dan sholawat

Jadikanlah Alquran sebagai teman paling akrab di sepanjang waktu. Karena ayat Alquran adalah penenang jiwa yang paling mujarab. Selain itu kita juga harus senantiasa berzikir dan bersholawat agar hati kita sentiasa tenang dan tidak gelisah. Kita perlu yakin, walau bagaimana hebatnya tekanan yang kita alami, pertolongan Allah SWT akan selalu datang. Karena setelah ada kesempitan pasti ada kelapangan dan sesudah kesusahan pasti ada kebahagiaan.

4. Cintai diri sendiri

“Cintailah dirimu sendiri sebelum dirimu mencintai orang lain.”
Kita dapat memahami bahawa kita perlu mencintai diri sendiri terlebih dahulu berbanding orang lain.

5. Perbanyak menjalankan sholat sunnah

Sebagaimakhluk paling mulia di sisi Allah, kita dituntut memperbanyak amal ibadah kita sehari-hari. Diantaranya, dengan mendirikan sholat sunah. Seperti Sholat dhuha, sholat tahajud dan lain sebagainya. Biasakan bangun pada sepertiga malam dan mendirikan sholat sunah tersebut agar kita memperoleh ketenangan dan kelapangan dari Allah SWT.

6. Selalu berdoa kepada Allah SWT

Dalam Alquran kita dilarang menyekutukan Allah. Ini berarti bahwa kita dituntut untuk berdoa hanya kepada Allah yang Maha Esa dan dilakukan secara rutin.

7. Bersangka baik kepada Allah SWT

Kita sebagai manusia tidak akan terlepas dari ujian dalam hidup. Semuanya itu adalah ujian dari Allah yang bertujuan untuk menguji keimanan kita sebagai hamba-Nya. Oleh itu, kita wajib bersangka baik kepada-Nya dan tidak sekali-kali menyalahkan-Nya jika terjadi sesuatu yang tidak baik pada diri kita. Kita juga harus percaya bahwa akan ada hikmah di balik musibah yang menimpa kita.

8. Mengurus masa dengan baik

Hindari sikap rakus untuk menghabiskan semua kerja dalam satu waktu. Kerjakan semaksimal
mungkin pekerjaan kita.

9. Silaturrohim dengan ketempat saudara atau tetangga dekat.

Sejatinya, manusia adalah mahluk sosial, yang selalu membutuhkan orang lain. Tidak mungkin manusia itu bisa hidup sendiri tanpa adanya orang lain, termasuk keluarga, tetangga dan orang-orang sekitar. Sudah pasti mereka akan saling membutuhkan satu sama lain.

10. Lakukan aktivitas di luar rumah

Banyak yang bilang bahwa di dalam badan yang sehat terdapat otak yang cerdas. Kita akan lebih siap jika kita melakukan aktivitas-aktivitas fisik yang dapat menyehatkan tubuh. Seperti berolahraga. Sebisa mungkin untuk tidak terlalu lama berdiam diri dan melamun sendiri.

11. Menangis

Jika dengan menangis, hati kita menjadi tenang, maka menangislah. Karena dengan menangis mungkin kita akan merasa lebih tenang

12. Menghirup aroma yang segar

Minyak aroma terapi dengan aroma lavender terkenal dengan aroma menenangkan. Anda bisa mencobanya dengan cara menghirupnya dalam-dalam dan rasakan kesegarannya.

13.  Menghindari keramaian

Keramaian dapat menyebabkan diri kita merasa  tertekan, sehingga dapat menaikkan tekanan darah, mempercepatkan detak jantung dan berbagai dampak yang kurang baik lainnya.
Dan masih banyak tips-tips lainnya. Tapi saya rasa sudah lebih dari cukup jika anda melakukan tips-tips tersebut dengan baik.

Kesimpulannya adalah ketika kita menginginkan sebuah ketenangan batin, maka kita harus melakukan terapi-terapi atau relaksasi dengan cara berdoa berusaha..

Semoga bermanfaat

TRi Rizqi An'Nisa Fitri 

No comments:

Post a Comment

Sempatkan sedikit waktu untuk berkomentar