Tafsir Jalalain Surat Ath Thur Ayat 49

وَمِنَ اللَّيْلِ فَسَبِّحْهُ وَإِدْبَارَ النُّجُومِ
(Dan pada beberapa saat di malam hari bertasbih pulalah) pengertian bertasbih di sini adalah tasbih hakiki yaitu membaca, 'Subhaanallaah Wa bihamdihii' (dan di waktu terbenam bintang-bintang) lafal Idbaar adalah bentuk Mashdar, yakni setelah bintang-bintang itu terbenam maka bertasbih pulalah kamu. Atau lakukanlah salat Isya'ain yaitu Magrib dan Isya, pada pengertian yang pertama, dan pada pengertian yang kedua adalah salat fajar; menurut pendapat lain salat Subuh.

Tafsir Jalalain Surat An-Najm Ayat 1

وَالنَّجْمِ إِذَا هَوَىٰ
(Demi bintang) yaitu bintang Tsurayya (ketika terbenam) sewaktu terbenam.

Tafsir Jalalain Surat An-Najm Ayat 2

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ
(Kawanmu tidak sesat) artinya, Nabi Muhammad saw. tidak sesat dari jalan petunjuk (dan tidak pula keliru) tidak pula salah, yang dimaksud adalah dia tidak bodoh tentang akidah yang rusak.

Tafsir Jalalain Surat An-Najm Ayat 3

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ
(Dan tiadalah apa yang diucapkannya itu) apa yang disampaikannya kepada kalian (menurut kemauan hawa nafsunya) menurut kehendaknya sendiri.